Nutambakrejo.or.id – Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama (MINU) Tambakrejo menyelenggarakan Opening Ceremony Tahun Ajaran Baru 2026/2027 yang dirangkaikan dengan Lomba Mewarnai tingkat TK/RA se-wilayah Krembung dan Porong pada Ahad (14/06/2026). Kegiatan yang bertepatan dengan momentum menyambut Tahun Baru Hijriah 1448 H ini berpusat di halaman madrasah setempat.
MINU Tambakrejo merupakan salah satu madrasah yang tergabung dalam program "Madrasah Membangun Madrasah" besutan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo. Acara tersebut dihadiri oleh jajaran tokoh PCNU Sidoarjo, Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU Sidoarjo, pengurus badan otonom NU, Pengurus Ranting NU Tambakrejo, tokoh masyarakat, serta jajaran pemerintah desa setempat.
Ketua Tim Tangguh Bidang Pendidikan PCNU Sidoarjo, Drs. KH. Sochib Arifin Musa, M.Pd., menyampaikan apresiasinya atas inisiatif madrasah yang mengintegrasikan penyambutan peserta didik baru dengan peringatan Hari Besar Islam.
"Momentum Hijriah adalah simbol transformasi menuju yang lebih baik. Melalui Opening Ceremony dan lomba ini, MINU Tambakrejo tidak hanya membuka pintu akademis, tetapi juga mengasah kreativitas anak sejak dini," ujar KH. Sochib Arifin Musa.
Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Bendahara PCNU Sidoarjo ini menambahkan bahwa kegiatan tersebut menjadi langkah awal dalam membentuk generasi muda NU yang berkarakter, kreatif, dan berakhlakul karimah.
Senada dengan hal itu, Ketua PC LP Ma’arif NU Sidoarjo, HM. Syaifulloh Asy’ari, S.Si., M.Pd., menegaskan pentingnya madrasah untuk terus meningkatkan mutu agar tetap menjadi pilihan utama masyarakat dalam memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anak.
"MINU Tambakrejo membuktikan diri mampu menjadi episentrum pendidikan yang adaptif dan merangkul lingkungan sekitar, khususnya wilayah Krembung dan Porong. Kegiatan seperti ini sangat strategis untuk mengenalkan keunggulan madrasah Ma’arif kepada wali murid TK/RA," kata Syaifulloh.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Badan Pelaksana Penyelenggara Pendidikan Nahdlatul Ulama (BP3NU) MINU Tambakrejo, Nurul Hamamah, menegaskan komitmennya untuk terus mengawal program inovatif madrasah, baik dalam peningkatan mutu pendidikan maupun pengembangan sarana dan prasarana.
"Sinergi antara pengurus, guru, dan wali murid adalah kunci utama. Antusiasme peserta lomba mewarnai hari ini menjadi bukti bahwa madrasah kita mendapat tempat di hati masyarakat," tutur Nurul.
Kesuksesan acara ini juga didukung oleh kolaborasi dengan Unit Pengumpul Zakat, Infak, dan Sedekah (UPZIS) LAZISNU Ranting Tambakrejo. Ketua UPZIS LAZISNU Ranting Tambakrejo sekaligus Sekretaris BP3NU MINU Tambakrejo, Sutrisno Akbar, menjelaskan bahwa keterlibatan LAZISNU merupakan bentuk nyata dukungan terhadap pendidikan berbasis kemaslahatan umat.
"Keterlibatan LAZISNU menegaskan bahwa pengelolaan pendidikan di lingkungan NU selalu berjalan beriringan dengan pilar sosial dan pemberdayaan masyarakat," jelas Sutrisno.
Pemerintah Desa Tambakrejo yang hadir dalam acara tersebut juga menyatakan dukungan penuhnya terhadap MINU Tambakrejo sebagai aset penting desa dalam mencerdaskan generasi bangsa serta memperkuat nilai-nilai Aswaja An-Nahdliyah.
Selain kompetisi mewarnai, rangkaian acara juga dimeriahkan dengan penampilan dongeng edukatif dari siswi MINU KH Mukmin Sidoarjo yang disaksikan langsung oleh jajaran Pengurus Ranting NU serta Kepala Desa Tambakrejo.
0 Komentar